Breaking News
Home / Matematika SD/MI / RPP SD/MI Guru Kelas Rendah Kelas 2 – Belajar Pecahan dengan Menu Sehat Lawan Corona

RPP SD/MI Guru Kelas Rendah Kelas 2 – Belajar Pecahan dengan Menu Sehat Lawan Corona

Sumber:Buku Siswa Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 3
Penulis:FIRDIANI YULIANA
Jenjang:SD/MI
Kelas:2

RPP SD/MI Guru Kelas Rendah Kelas 2 – Belajar Pecahan dengan Menu Sehat Lawan Corona

Pembelajaran jarak jauh dengan adanya pandemi corona saat ini Pembelajaran konkret dirumah dengan pendampingan orang tua sangatlah dibutuhkan, murid belajar tanpa merasa sedang mengerjakan tugas tetapi menjadi bagian dari kegiatan yang menarik saat dirumah. Dengan tujuan belajar pecahan melalui menu makanan sehat cegah corona, dilaksanakan dengan kegiatan mengamati, tanya jawab dan praktek saat membantu ibu memasak didapur diharapkan murid menjelaskan dan menyajikan pecahan 1/2, 1/3 dan ¼

RPP SD/MI Guru Kelas Rendah Kelas 2 – Belajar Pecahan dengan Menu Sehat Lawan Corona, bisa didownload dengan mengklik link yang ada dibawah ini

Link Download RPP

Pembelajaran Jarak Jauh adalah sebuah solusi dan kebijakan baru pemerintah untuk dunia pendidikan di semua negara, begitu pula di indonesia yang sedang mengalami masa pandemi Covid-19. Dengan model pembelajaran daring melalui WAG, maka kolaborasi guru, orang tua dan murid sangatlah penting. ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru, agar guru dapat memahami tingkat kemampuan murid dalam materi yang diberikan dengan pembelajaran daring.

Pada proses pembelajaran daring tentang pecahan yang akan saya berikan pada murid-murid saya adalah sebuah pembelajaran konkrit yang dilaksanakan untuk membelajarkan murid yang berkenaan dengan kejadian di rumah.

Murid dapat berpikir secara logis mengenai segala sesuatu dan pemahaman dapat diperoleh murid melalui pengalaman melakukan dengan kegiatan learning by doing yaitu belajar dengan jalan melakukan suatu kegiatan Menggunakan benda-benda kongkrit sebagai media dalam pembelajaran.

Didalamnya akan muncul proses mengamati, tanya jawab dan praktek, karena hal ini akan mempermudah pemahaman murid saya terhadap materi pembelajaran yang akan saya sampaikan. Untuk itu diperlukan kegigihan guru dalam mengupayakan pembelajaran ke arah proses belajar yang efektif disaat pandemi covid-19.

Proses Learning by doing yang saya terapkan sebagai pembelajaran dirumah dibutuhkan kolaborasi yang baik. Saya memulai tahapan pembelajaran dari memahami kondisi murid kelas IIB yaitu murid yang sangat heterogen kebutuhan belajarnya, begitu pula dari aspek akademis maupun dari aspek ekonomi.

Ditambah dengan kondisi lingkungan rumah yang berbeda membuat proses belajar secara daring ini berbeda setiap siswa, pelaksanaan daring tidak dapat diikuti tepat waktu karena siswa membutuhkan pendampingan orang tua.

Dimana posisi orang tua tidak semua siap dipagi hari karena sebagian bekerja jadi baru dapat melaksanakan pembelajaran sore bahkan malam hari. Kondisi demikian masih ditambahkan jika orang tua tidak memiliki HP android ataupun yang memiliki HP tidak tinggal serumah jadi tugas dapat tersampaikan menunggu berhari-hari untuk disampaikan. 

Pertemuan saya awali dengan salam. Saya memberikan motivasi kepada orang tua dan siswa tetap semangat ditengah Covid-19. Menyapa kelas dan melakukan presensi online.

Guru mencatat orangtua siswa yang belum “hadir” di WAG kelas, melakukan Absensi untuk mengetahui keaktifan partisipasi yang memiliki HP dan untuk mengetahui yang tidak tersambung jika terlambat menerima pembelajaran atau yang tidak memiliki HP.

Diharapkan orangtua siswa berpartisipasi secara aktif. Sebelum saya memulai tahap kegiatan inti saya memberikan motivasi dalam WAG gambar poster untuk pembelajaran. 

Tahap proses penyampaian tugas, orang tua mendampingi dan melakukan pembelajaran secara langsung dengan anak melalui penggunaan media. Media yang saya sarankan adalah yang sudah biasa di temui dan mudah di dapatkan di sekitarnya yaitu tempe/tahu menu makanan sehat lawan covid-19.

Orang tua memahami tugas-tugas belajar yang harus dilakukan anak dirumah. Pada saat proses belajar, tugas murid mengamati orang tuanya akan memasak apa, lalu bertanya akan memasak menu apa, kemudian mempraktekkan dengan membantu memasak bersama ibunya.

Yang menjadi pengalaman bermakna pemahaman konsep pecahan adalah mengiris tempe/tahu menjadi beberapa bagian yang menunjukkan pecahan ½, 1/3, ¼.  Pembelajaran yang diberikan tidak memberikan kesan bahwa murid sedang menyelesaikan tugas tetapi mereka larut dalam proses membantu ibu memasak dan itu menyenangkan.

Ditambahkan lagi dengan suasana tanya jawab yang ringan antara ibu dan anak. Media yang konkrit makanan sehat yang bisa membuat tubuh tetap sehat yaitu tempe/tahu. Tempe/tahu pastinya anak-anak sangat suka sebagai makanan favorit.

Pembelajaran yang terjadi sangat bermakna dan menyenangkan. Di akhir tugas, peran orang tua adalah mendokumentasikan dengan foto proses pada saat murid mempraktekkan proses mengiris tempe/tahu menjadi irisan-irisan yang menunjukkan pecahan ½, 1/3, ¼.

Murid-murid saya mengatakan bahwa mereka merasa senang sekali bisa membantu orang tua memasak dan ikut mengiris tempe menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Dapat belajar pecahan dengan irisan-irisan tersebut, ternyata belajar pecahan tidak harus lewat buku dan mengerjakan latihan soal di LKS atau gunting-gunting kertas menjadi bagian-bagian.

Menyenangkan bisa membantu ibu memasak. Tidak terasa sedang belajar pecahan tetapi pada akhirnya penguasaan tugas yang baik dan penggunaan media yang secara langsung dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk perkembangan pengetahuan.

Dengan learning by doing maka belajar dengan melakukan mudah dipahami dan dipertahankan dalam memorinya. Penilaian yang saya lakukan berdasarkan Penilaian yang saya lakukan berdasarkan Keaktifan partisipasi bersama orang tua,ketertiban dan kepatuhan dalam pengumpulan tugas, pemahaman konsep (mengumpulkan melalui foto), Refleksi atas pengetahuan dan proses saat belajar

Setelah pembelajaran, Refleksi di lakukan melalui laporan orang tua dalam WAG. Hal-hal yang di refleksikan meliputi semua laporan hasil pengamatan yang di lakukan oleh orang tua yang di sampaikan kepada saya. Refleksi ini bertujuan untuk menemukan kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan dan dalam rangka untuk mencari pemecahan dan penguatan terhadap apa yang dipandang lemah dan kurang.

Pengalaman praktik pembelajaran yang terjadi menjadi dasar refleksi saya. Penggunaan media menu makanan sehat lawan virus corona dalam hal ini tempe/tahu belum maksimal, karena masih ada siswa yang belum mengumpulkan tugas. Proses pembelajaran sangat menyenangkan karena beraktifitas sesuai kegiatan dirumah, namun tidak semua orang tua dan murid memahami tugas yang diberikan karena ada beberapa yang malu ataupun tidak berani membantu memasak.

      Dari refleksi tersebut diatas saya menemukan bahwa tidak semua orang tua dan murid dapat memahami proses belajar yang disampaikan lewat WAG, bisa juga saat itu orang tua tidak membaca proses belajar yang sudah terjadi jadi tidak tersampaikan kepada anaknya.

berdasarkan kejadian tersebut saya ingin berusaha memperbaiki cara penyampaian tugas belajar melalui video dan mendemonstrasikan cara mengiris tempe/tahu. Saya seharusnya memberikan batas waktu pengumpulan tugas dan memberikan reward saat murid dapat menyelesaikan tugas belajarnya dengan baik dan tepat waktu.

Videopun dapat di ulang untuk di lihat jika saat WAG tidak sempat untuk melihat video dan pembelajaran sewaktu-waktu dapat dilakukan. Dengan demikian proses belajar yang terjadi selain learning by doing terdapat pula Intruksi tugas melalui video (melihat video waktunya dapat menyesuaikan kondisi di rumah) yang menampilkan demonstrasi mengiris tempe akan terjadi pengamatan, tanya jawab dan praktek dalam proses belajar bersama ibu saat memasak.

Tentunya murid akan tertarik dan tidak akan bosan pada saat pembelajaran berlangsung. Karena pada saat pembelajaran murid tidak merasa sedang belajar tetapi secara langsung mendapatkan pemahaman dan dapat membangun konsep secara sederhana namun bermakna dan hasil yang diperoleh akan lebih maksimal.

About admin

Check Also

Kumpulan Contoh RPP 1 Lembar Daring Kelas 1 SD/ MI

Kumpulan Contoh RPP 1 Lembar Daring Kelas 1 SD/ MI

Kumpulan Contoh RPP 1 Lembar Daring Kelas 1 SD/ MI Materiguru.com | Kumpulan Contoh RPP …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *