Breaking News
Home / IPS SD/MI / RPP 1 Lembar SD/MI IPS Kelas 6 – Kecakapan Hidup (Life Skills) Masa Pandemi Covid-19

RPP 1 Lembar SD/MI IPS Kelas 6 – Kecakapan Hidup (Life Skills) Masa Pandemi Covid-19

RPP 1 Lembar SD/MI IPS Kelas 6
RPP 1 Lembar SD/MI IPS Kelas 6
Penulis:YUNITA M. VAN GOBEL
Jenjang:SD/MI
Kelas:6
Mapel:Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

RPP 1 Lembar SD/MI IPS Kelas 6 – Kecakapan Hidup (Life Skills) Masa Pandemi Covid-19

RPP ini membahas tentang makna Proklamasi bagi bangsa Indonesia dalam upaya membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera dengan tepat , dan juga menjelaskan pelaksanaan kewajiban sebagai warga negara dalam kehidupan sehari – hari, Melatih siswadal dalam kegiatan menyampaikan informasi dari teks nonfiksi.

RPP 1 Lembar SD/MI IPS Kelas 6 – Kecakapan Hidup (Life Skills) Masa Pandemi Covid-19 bisa didownload dengan mengklik link yang ada dibawah ini

Link Download

Dunia dikejutkan dengan wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau biasa dikenal dengan istilah Corona Virus Diseases-19.Virus ini sangat mudah tertular melaui cairan yang dihasilkan dari bersin, batuk, dan berbicara. Cara penyebaran virus Corona juga bisa melalui kontak jarak dekat yang melibatkan sentuhan secara langsung seperti berjabatan tangan. Selain itu, virus ini juga bisa menyebar jika seseorang bersentuhan dengan permukaan benda yang telah terpapar virus corona.

Wabah yang diakibatkan virus bernama corona ini membawa dampak bagi seluruh aspek kehidupan dalam masyarakat, khususnya pendidikan. Aktivitas belajar mengajar yang biasa dilakukan secara langsung harus dihentikan dan digantikan dengan belajar secara daring. Pada tanggal 24 Maret 2020, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang berisi tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease. SE Nomor 4 Tahun 2020 diantaranya menjelaskan tentang ketentuan pelaksanaan proses belajar dari rumah. Disebutkan bahwa belajar dari rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum.

Dengan belajar secara daring, menuntut para pendidik dan peserta didik untuk dapat menguasai teknologi pembelajaran secara digital. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat pendidik dan peserta didik dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung.Selain penguasaan teknologi digital dan media online oleh pendidik dan peserta didik, fasilitas pendukung juga harus tersedia seperti smartphone, jaringan internet dan juga pulsa data atau paketan datanya. Permasalahannya adalah, bagaimana pelaksanaan pembelajran secara daring apabila fasilitas pendukungnya tidak tersedia? Permasalahan seperti ini pasti banyak ditemukan terutama di daerah pedesaan dan juga pada satuan pendidikan tingkat usia dini dan tingkat dasar seperti pendidikan pada PAUD, TK/RA, SD/MI. Peserta didik pada usia tersebut masih sangat rentan untuk memiliki smartphone, belum lagi masih banyak orang tua peserta didik yang tidak memiliki smartphone karena keadaan ekonomi.

Melihat begitu banyaknya kendala pelaksanaan pembelajaran dari rumah secara daring, maka optimalisasi pembelajaran kecakapan hidup (Life Skills) dapat dijadikan alternatif dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik pada situasi pandemi saat ini sehingga kebutuhan belajar peserta didik terpenuhi.

Kecakapan hidup (life skills) adalah kecakapan atau keterampilan yang harus dan perlu dimiliki peserta didik yang berkaitan dengan kemampuan untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya di dalam masyarakat.Setiap orang termasuk peserta didik adalah makhluk sosial dan nantinya akan secara penuh terjun ke dalam masyarakat di mana ia tinggal. Untuk ini, mereka harus mempunyai bekal kecakapan hidup agar dapat mempertahankan dan mengembangkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut. Anak-anak yang kurang memiliki kecakapan hidup akan menjadi beban bagi masyarakat, sedangkan anak-anak yang telah memiliki bekal kecakapan hidup akan mandiri bahkan dapat membantu perkembangan masyarakat di mana ia berada. Anak-anak dengan kecakapan hidup yang baik akan mampu menyelesaikan masalah-masalah melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.

Ada beberapa kelompok kecakapan hidup (life skills) yang perlu untuk dikembangkan pada diri peserta didik, yaitu kecakapan diri (personal skills), kecakapan berpikir rasional (thinking skills), kecakapan sosial (social skills), kecakapan akademis (academic skills), dan kecakapan vokasional (vocational skills). Kecakapan diri atau personal skills adalah kemampuan individu dalam hal mengatur diri sendiri misalnya agar dapat memotivasi dirinya sendiri untuk berprestasi, menghayati bahwa dirinya adalah makhluk Allah SWT, memiliki komitmen terhadap suatu hal, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mandiri, dan sebagainya.Kecakapan berpikir rasional atau keterampilan berpikir mencakup beragam jenis kemampuan berpikir (menggunakan proses mental) tingkat tinggi seperti mampu berpikir secara kritis dan logis, mampu berpikir secara sistematik, mampu memecahkan masalah, mampu berpikir kreatif, dan sebagainya.Kecakapan sosial atau social skills adalah kelompok keterampilan hidup yang berkaitan dengan keterampilan melakukan hubungan sosial dengan orang-orang yang ada di sekitarnya seperti mampu melakukan komunikasi lisan, tertulis secara baik, serta memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan bersama.Kecakapan akademik mencakup kecakapan atau keterampilan dalam hal merancang, melaksanakan, hingga melaporkan hasil penelitian ilmiah. Selain itu juga termasuk kemampuan menyusun karya tulis ilmiah, kemudian keterampilan mentransfer dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian yang selanjutnya digunakan untuk memecahkan masalah baik dalam bentuk proses maupun produk.Adalah kecakapan hidup meliputi keterampilan dalam menemukan algoritma, model atau prosedur tertentu untuk digunakan dalam melakukan tugas tertentu. Selain itu kecakapan vokasional juga mencakup kecakapan dalam melaksanakan dan mengikuti suatu prosedur tertentu dan kecakapan dalam menciptakan suatu produk melalui penerapan konsep, prinsip, alat, bahan, yang telah pernah ia pelajari sebelumnya.

Bagaimana cara mengoptimalkan pembelajaran kecakapan hidup (life skills) dimasa pendemi yang pembelajarannya dilakukan dari rumah secara daring?Untuk terlaksananya optimalisasi pembelajaran kecakapan hidup (life skills)dimasa pendemi yang pembelajarannya dilakukan dari rumah secara daringini perlu kerja sama yang baik antara pihak sekolah/madrasah dengan orang tua peserta didik. Guru harus kreatif membuat materi sebagai literasi berupa bacaan yang memuat berbagai kecakapan yang nantinya peserta didik dapat mempraktekkannya secara langsung di rumahnya masing-masing. Perserta didik yang tidak memiliki fasilitas komunikasi bisa mengambil materi pembelajaran di sekolah/madrasah atau guru dapat mengantarkan materi kepada peserta didik di rumahnya masing-masing. Contohnya saja, ketika kita mengajak anak belajar tentang bagian-bagian tubuhnya (panca indra) misalnya, anak akan diajak sekaligus untuk mengagumi dan menghayati betapa besar anugerah yang Allah SWT berikan kepada mereka sehingga mereka bisa melihat, mendengar, meraba, merasa, dan membaui aneka hal yang ada di lingkungannya. Hal ini akan membawa mereka kepada keterampilan (kecakapan) personal tentang menghayati bahwasanya mereka adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Mata bisa melihat bagaimana kondisi kebersihan di dalam rumah, halaman, taman, tempat tidur dan lain-lain. Selanjutnya kecakapan apa yang harus dilakukan melihat kondisi tersebut, misalnya menyapu, mengepel, merapikan tempat tidur, menyiram bunga dan lain-lain. Begitu juga dengan fungsi indra lain yaitu hidung, telinga, lidah dan kulit yang juga menuntut anak untuk dapat melakukan beberapa kecakapan.

Sebagai penilaian dan juga untuk mengevaluasi perkembangan kecakapan hidup yang harus dimiliki oleh peserta didik perlu peran kontrol orang tuan. Sebagai alat kontrol tersebut, perlu dibuatkan buku kegiatan harian peserta didik yang memuat nama peserta didik, hari dan tanggal, jam, kegiatan, tanda tangan orang tua dan keterangan. Kegiatan peserta didik yang dapat dilaporkan dalam buku kegiatan harian diantaranya shalat, tilawatil Qur’an, tahfidzul Qur’an, membaca, menghitung, menulis, mencuci baju, mencuci piring, menyetrika, memasak,menyapu, mengepel, merapikan tempat tidur, menyiram bunga dan lain-lain.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat.

About admin

Check Also

Bahasa-Inggris-SMP-Kelas-7

RPP 1 lembar Bahasa Inggris Kelas 7 Semester Genap – Memberi dan Meminta informasi

Materiguru.com |RPP 1 lembar Bahasa Inggris Kelas 7 Semester Genap dengan Materi Pokok Memberi dan meminta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *