Breaking News
Home / Bahasa Indonesia SD/MI / RPP 1 Lembar SD/MI Bahasa Indonesia & IPS Kelas 4 – Kayanya Negriku

RPP 1 Lembar SD/MI Bahasa Indonesia & IPS Kelas 4 – Kayanya Negriku

Penulis:YULIYANTY
Jenjang:SD/MI
Kelas:4
Mapel:Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

RPP 1 Lembar SD/MI Bahasa Indonesia & IPS Kelas 4 – Kayanya Negriku

RPP ini membahas tentang Pembangkit Listrik Tenaga Air atau yang biasanya disingkat PLTA adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan air dengan mengubahnya dari energi potensial dan energi kinetik air.Tidak hanya sebatas air dari sebuah air terjun dan waduk, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang mengeluarkan tenaga air dalam bentuk lain seperti halnya tenaga ombak.

RPP 1 Lembar SD/MI Bahasa Indonesia & IPS Kelas 4 – Kayanya Negriku bisa didownload dengan mengklik link yang ada dibawah ini

Link Download RPP

Latar Belakang

Dengan penyebaran virus Corona (Covid 19) yang kian luas di indonesia, berbagai upaya dilakukan guna mencegah wabah semakin parah. pemerintah indonesia pun sudah mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pertemuan belajar dalam bentuk tatap muka bagi peserta didik, masyarakat diimbau untuk menerapkan di rumah saja selama pandemi Covid-19. Bahkan, sudah mulai banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran daring (online) dari rumah masing-masing. Melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara daring tentunya memiliki tantangan tersendiri, karena baik guru, maupun orangtua murid harus beradaptasi dengan system ini.

pada masa darurat Covid-19 madrasah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan keaktifitas masing-masing madrasah baik dengan menggunakan Moda Daring maupun Luring. Dan belajar dari rumah tidak harus memenuhi tuntutan kompetensi atau target-target kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, akhlak mulia dan kemandirian siswa dengan selalu menjaga kebersihan.

Pada pembelajaran Tema 9 kayanya negeriku, guru memberikan materi tentang sumber energi air yang sangat penting untuk kebutuhan makluk hidup, salah satunya sebagai pembangkit listrik. Air tentu memiliki banyak manfaat atau kegunaan bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan dan tentunya semua makhluk hidup yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi, dari banyaknya air dimuka bumi ini atau lebih khusus di Indonesia kita harus sadar bahwa pemanfaatan sumber daya air harus kita lakukan dengan bijak.

  • Sintaks pembelajaran WhatsApp

Sintaks atau langkah-langkah pembelajaran Moda Daring WhatsApp adalah sebagai berikut:

1.    Persiapan

  • Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar pembelajaran berjalan sistematis.
  • Guru membuat Group WhatsApp untuk menyiapkan kelas yang akan ditambahkan peserta didik
  • Peserta didik membuat group WhatsApp Kelompok dan Guru tergabung didalamnya, fasilitas ini digunakan oleh guru untuk memantau diskusi kelompok peserta didik.

2.    Pelaksanaan

  • Guru mengaktifkan aplikasi WhatsApp
  • Guru memastikan semua siswa telah join atau bergabung di WhatsApp
  • Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok virtual
  • Komunikasi virtual msing-masing kelompok bisa melalui group WhatsApp yang dibuat sendiri oleh kelompok tersebut atau atas bimbingan guru.
  • Guru mengirim materi atau bahan ajar beserta penugasan atau Quis atau lainya bisa dalam bentuk foto, file Word atau PDF atau video terkait materi ajar kepada setiap siswa atau setiap kelompok.
  • Guru memantau aktivitas atau kegiatan kelompok siswa dengan memanfaatkan kolom komentar yang ada di Aplikasi WhatsApp.
  • Tugas atau bentuk lainnya setelah selesai dikerjakan diserahkan ke guru daenagn cara mengupload di WhatsApp
  • Guru memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan nilai bisa dalam bentuk kuantitaif atau kualitatif, kemudian mengupload ke WhatsApp

3.     Penutup

Guru menyampaikan ungkapan apresiasi, kata-kata sanjungan kepada seluruh siswa atas partisipasi mereka dalam pembelajaran Moda Daring melalui kolom komentar yang ada di aplikasi WhatssApp agar siswa tetap aktif, semangat dan termotivasi

  • Suasana Hati pada saat kegiatan pembelajaran

Pada awal kegiatan belajar dari rumah (BDR) diterapakan terkait pandemi atau darurat

Covid-19 menimbulkan suasana kebatinan harap cemas apakah akan berjalan sukses atau tidak karena belum terbayangkan sebelumnya suatu saat akan ada kegiatan pembelajaran seperti ini, apalagi belum ada panduan kurikulumnya. Namun seiring berjalannya waktu dan terbitnya panduan kurikulum darurat kegiatan belajar dari rumah mulai terbiasa dan berjalan terarah. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa muncul kerinduan peserta didk dan para guru untuk belajar dengan tatap muka seperti biasa menimbulkan kegelisahan tersendiri.

  • Tanggapan Orang Tua, Guru dan Siswa

1.     Tanggapan orang tua siswa kegiatan belajar dari rumah dimasa darurat atau pandemi Covid-19 ini, pada awal tidak dipahami oleh orang tua siawa, mereka beranggapan seolah-olah suasana darurat ini diliburkan. Namun seiring waktu berjalan setelah terkomunikasi secara baik dengan orang tua siswa mereka baru memahami bahwa dalam suasanadarurat Covid-19 pembelajaran tetap berjalan namun belajar dari rumah. Orang tua juga bersyukur dengan adanya kegiatan belajar dari rumah karena mereka beralasan bahwa dengan adanya kegiatan belajar dari rumah secara online anak-anak mereka memanfaatkan HP untuk kepentingan belajar bukan hanya untuk main game atau hal lain yang tidak penting.

2.     Tanggapan guru

Sementara itu para guru berpendapat bahwa pembelajaran online dari rumah semakin memacu para guru untuk menguasai IT karena trend pembelajran dan penilaian saat ini berbasis online. pembelajaran online dari rumah juga menimbulkan tantangan dan kegelisahan tersendiri bagi guru, hal ini terkait dengan penguasaan IT, sarana yang dimiliki siswa ( HP,Laptop) akses internet, kuota pulsa data serta kondisi geografis.

3.     Tanggapan siswa pembelajaran moda daring pada dasarnya sangat diminati oleh siswa karena aktivitas dalam dunia maya yang bermanfaat IT (Hp,Laptop) saat ini sudah merupakan bagian dari “life style” atau gaya hidup mereka. Kebiasaan mereka bergelut, dengan aktivitas dunia maya tidak bisa dihentikan sehingga arahan dari orang tua maupun guru untuk memanfaatkan HP dan Laptop secara sehat dalam aktivitas online menjadi penting.

  • Kelebihan dan kekurangan moda daring WhatsApp

1.    Kelebihan  

a. Guru dapat memantau kegiatan belajar siswa

b. Fitur-fitur aplikasinya cukup lengkap

c. Mudah di akses oleh siswa

2.    Kekurangan

a.Membutuhkan akses internet yang memadai

b.Ketersediaan sarana (HP,Laptop) dan pulsa data terbatas

c.Masih ada orang tua memiliki kompetensi IT sehingga tidak bisa membimbing atau mendampingi anaknya belajar dengan moda daring.

  • Penutup

a.Simpulan pembelajaran moda daring WhatsApp dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik meskipun dalam situasi darurat.

b.Sarana pemerintah dan stakeholder lainnya perlu menyiapkan akses internet keseluruh wilayah dimana madrasah atau sekolah berada serta bantuan sarana pembelajaran online kepada perserta didik yang tidak mampu secara ekonomi bukan hanya untuk menghadapi pandemi Covid-19 tetapi juga untuk menghadapi darurat bencana- bencana lainnya karena seluruh wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan bencana.

About admin

Check Also

Bahasa-Inggris-SMP-Kelas-7

RPP 1 lembar Bahasa Inggris Kelas 7 Semester Genap – Memberi dan Meminta informasi

Materiguru.com |RPP 1 lembar Bahasa Inggris Kelas 7 Semester Genap dengan Materi Pokok Memberi dan meminta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *